Sesi 29 - Surah al-Baqarah (Ayat 135 - 141) - [Tafsir Al-Quran Dengan Al-Quran] Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Adapun orang yang diberikan kitabnya yakni kitab catatan amalnya dari sebelah kanannya dia adalah orang yang beriman. Barangsiapa yang diserahi catatan amal perbuatannya melalui tangan kanan, maka ia akan dihisab dengan mudah dan akan kembali kepada sanak keluarganya yang beriman dengan penuh kebahagiaan Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan lebih rinci balasan-Nya. Ia adalah orang mukmin. Untuktafsir pada kalimat "langit terbelah" di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah al-Insyiqaq/84:1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69:16 dan Surah al-Infithar/82:1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: "¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh", mengandung pengertian bahwa kejadian itu Surah Al Insyiqaaq Terbelah Surah ke84. 25 ayat. Makkiyyah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ayat 1-5 Peristiwa pada hari Kiamat dan keadaan alam ketika itu yang goncang. إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ١ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٢ وَإِذَا الأرْضُ مُدَّتْ ٣ وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ٤ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 1-5 1. [1]Apabila langit terbelah, 2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh[2], 3. dan apabila bumi diratakan[3], 4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya[4] dan menjadi kosong[5], 5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh[6], pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya. Ayat 6-9 Orang-orang mukmin menerima catatan amalnya dari sebelah kanannya dan akan menerima pemeriksaan yang mudah. يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ ٦ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ٧ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ٨وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا ٩ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 6-9 6. Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya[7]. 7. [8]Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya[9], 8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah[10], 9. dan dia akan kembali kepada keluarganya[11] yang sama-sama beriman dengan gembira[12]. Ayat 10-15 Orang-orang durhaka menerima catatan amalnya dari sebelah belakang dan akan dimasukkan ke dalam neraka. وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ ١٠ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا ١١وَيَصْلَى سَعِيرًا ١٢ إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا ١٣ إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ ١٤ بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا ١٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 10-15 10. Dan adapun orang-orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang[13], 11. maka dia akan berteriak[14], “Celakalah aku!” 12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala neraka[15]. 13. Sungguh, dia dahulu di dunia bergembira di kalangan keluarganya[16] yang sama-sama kafir. 14. Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali kepada Tuhannya. 15. Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya[17]. Ayat 16-25 Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta’aala bahwa kaum musyrik akan menerima balasan terhadap amal mereka, celaan kepada mereka karena tidak beriman padahal ayat-ayat begitu jelas. فَلا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ ١٦ وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ ١٧ وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ ١٨ لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ ١٩ فَمَا لَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ ٢٠ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لا يَسْجُدُونَ ٢١بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ ٢٢ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ ٢٣ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٤ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ٢٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 16-25 16. [18]Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja[19], 17. demi malam dan apa yang diselubunginya, 18. demi bulan apabila jadi purnama, 19. sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat dalam kehidupan,[20] 20. Maka mengapa mereka[21] tidak mau beriman?[22] 21. Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud, 22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakannya[23]. 23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. 24. Maka sampaikanlah kepada mereka ancaman azab yang pedih, 25. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya[24]. [1] Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menerangkan peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat berupa terjadinya perubahan pada makhluk-makhluk yang besar, langit terbelah, bintang-bintang berjatuhan, matahari digulung dan bulan diredupkan cahayanya. [2] Karena ia diatur dan ditundukkan oleh Allah Tuhannya, ia tidak mendurhakai perintah-Nya dan tidak akan menyelisihi ketetapan-Nya. [3] Sehingga tidak ada lagi bangunan maupun pegunungan, dan bumi pun menjadi semakin luas sehingga dapat menampung orang-orang yang berada di mauqif tempat pemberhentian atau padang mahsyar meskipun banyak jumlah mereka. [4] Seperti orang-orang yang telah mati dan segala perbendaharaan. [5] Hal itu, karena ketika sangkakala ditiup, lalu keluarlah orang-orang yang telah mati ke permukaan bumi dan bumi pun memuntahkan perbendaharaannya sehingga bumi menjadi seperti piringan gepeng yang besar. [6] Ini semua terjadi pada hari Kiamat. [7] Maksudnya, manusia di dunia ini disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhannya. Dan dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya terhadap perbuatannya yang baik maupun yang buruk. [8] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan lebih rinci balasan-Nya. [9] Ia adalah orang mukmin. [10] Yaitu dengan disodorkan amalnya kepadanya lalu dimaafkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ اللَّهَ يُدْنِى الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ ، وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا ؟ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا ؟ فَيَقُولُ نَعَمْ أَىْ رَبِّ . حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِى نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِى الدُّنْيَا ، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ . فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ ، وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيَقُولُ الأَشْهَادُ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ ، أَلاَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ “Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang mukmin, lalu Dia meletakkan tirai-Nya dan menutupinya dari keramaian, Dia berfirman, “Kamu kenal dosa ini? Kamu kenal dosa ini?” Ia menjawab, “Ya, wahai Tuhanku.” Sehingga apabila ia telah mengakui dosa-dosanya dan merasakan bahwa dirinya akan binasa, Allah berfirman, “Aku telah menutupi dosamu di dunia dan Aku akan mengampuninya pada hari ini.” Maka ia diberikan catatan amal kebaikannya. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik, maka para saksi berkata di hadapan seluruh manusia, “Merekalah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka. Ingatlah! Sesungguhnya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” HR. Bukhari dan Muslim Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa Beliau bersabda مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا قَالَتْ فَقَالَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ “Barang siapa yang dihisab, maka ia akan diazab.” Aisyah berkata, “Aku bertanya, “Bukankah Allah Ta’ala berfirman, “Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah?” Maka Beliau menjawab, “Itu pemeriksaan yang mudah adalah disodorkan amal lalu dimaafkan, akan tetapi barang siapa yang diperiksa secara mendalam hisabnya, maka ia akan binasa.” [11] Di surga. [12] Karena ia telah selamat dari azab dan memperoleh pahala. [13] Ia adalah orang kafir, tangan kanannya dibelenggu ke lehernya dan tangan kirinya dijadikan ke belakang punggungnya, lalu ia mengambil catatan amal dengan tangan kirinya dari belakang punggungnya. [14] Ketika melihat catatan amalnya. [15] Api itu mengelilinginya dari segala penjuru. [16] Di dunia. Tidak terpikirkan dalam hatinya, bahwa dirinya akan dibangkitkan, ia pun tidak merasa akan kembali kepada Tuhannya dan berdiri di hadapan-Nya. [17] Oleh karena itu, tidak layak bagi-Nya jika Dia membiarkan makhluk ciptaan-Nya manusia begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang serta tidak diberi balasan. [18] Allah Subhaanahu wa Ta’aala bersumpah di ayat ini dengan tanda-tanda malam, dari mulai syafaq, malam dan apa yang diselubunginya atau ditutupinya seperti hewan-hewan atau lainnya, serta bulan ketika cahayanya penuh. Yang disumpahi adalah apa yang disebutkan di ayat 19. [19] Yaitu cahaya merah yang berada di ufuk langit setelah terbenam matahari. [20] Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan sampai dewasa. Dari hidup menjadi mati kemudian dibangkitkan kembali untuk diberikan balasan. Tingkat demi tingkat yang dilalui hamba menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala saja yang berhak disembah, Yang Mahaesa dan yang mengatur hamba-hamba-Nya dengan hikmah dan rahmat-Nya, dan bahwa hamba sangat fakir serta lemah di bawah pengaturan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Namun sayang, kebanyakan manusia tidak beriman, dan ketika dibacakan Al Qur’an kepada mereka, mereka tidak tunduk kepada Al Qur’an itu serta tidak mau tunduk kepada perintah-perintahnya. [21] Yakni orang-orang kafir. [22] Padahal bukti-buktinya begitu jelas. [23] Setelah jelas kebenarannya. [24] Di antara sekian manusia itu ada segolongan yang Allah berikan hidayah, mereka beriman kepada Allah dan menerima apa yang dibawa para rasul, mereka pun beriman dan mengerjakan amal saleh. Mereka inilah yang mendapatkan pahala yang tidak putus-putusnya; untuk mereka pahala yang kekal. Selesai tafsir surah Al Insyiqaq dengan pertolongan Allah, taufiq-Nya dan kemudahan-Nya, wal hamdulillahi Rabbil aalamiin.
21 وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩ wa iżā quri`a 'alaihimul-qur`ānu lā yasjudụn 21. dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud. Tafsir: Ayat ini merupakan ayat sajadah, barangsiapa yang membacanya maka disunnahkan baginya untuk sujud tilawah, baik ketika shalat maupun di luar shalat.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 840 Bismillah hir rahman nir raheem In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful. إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتۡ 841 Izas samaaa’un shaqqat Sahih InternationalWhen the sky has split [open] وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ 842 Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat Sahih InternationalAnd has responded to its Lord and was obligated [to do so] وَإِذَا ٱلۡأَرۡضُ مُدَّتۡ 843 Wa izal ardu muddat Sahih InternationalAnd when the earth has been extended وَأَلۡقَتۡ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتۡ 844 Wa alqat maa feehaa wa takhallat Sahih InternationalAnd has cast out that within it and relinquished [it] وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ 845 Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat Sahih InternationalAnd has responded to its Lord and was obligated [to do so] – يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ 846 Yaaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa Rabbika kad han famulaaqeeh Sahih InternationalO mankind, indeed you are laboring toward your Lord with [great] exertion and will meet it. فَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ 847 Fa ammaa man ootiya kitaabahoo biyameenih Sahih InternationalThen as for he who is given his record in his right hand, فَسَوۡفَ يُحَاسَبُ حِسَابٗا يَسِيرٗا 848 Fasawfa yuhaasabu hi saabai yaseeraa Sahih InternationalHe will be judged with an easy account وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورٗا 849 Wa yanqalibu ilaaa ahlihee masrooraa Sahih InternationalAnd return to his people in happiness. وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهۡرِهِۦ Wa ammaa man ootiya kitaabahoo waraaa’a zahrih Sahih InternationalBut as for he who is given his record behind his back, فَسَوۡفَ يَدۡعُواْ ثُبُورٗا Fasawfa yad’oo subooraa Sahih InternationalHe will cry out for destruction وَيَصۡلَىٰ سَعِيرًا Wa yaslaa sa’eeraa Sahih InternationalAnd [enter to] burn in a Blaze. إِنَّهُۥ كَانَ فِيٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورًا Innahoo kaana feee ahlihee masrooraa Sahih InternationalIndeed, he had [once] been among his people in happiness; إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ Innahoo zanna al lai yahoor Sahih InternationalIndeed, he had thought he would never return [to Allah]. بَلَىٰٓۚ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرٗا Balaaa inna Rabbahoo kaana bihee baseeraa Sahih InternationalBut yes! Indeed, his Lord was ever of him, Seeing. فَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلشَّفَقِ Falaaa uqsimu bishshafaq Sahih InternationalSo I swear by the twilight glow وَٱلَّيۡلِ وَمَا وَسَقَ Wallaili wa maa wasaq Sahih InternationalAnd [by] the night and what it envelops وَٱلۡقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ Walqamari izat tasaq Sahih InternationalAnd [by] the moon when it becomes full لَتَرۡكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٖ Latarkabunna tabaqan an tabaq Sahih International[That] you will surely experience state after state. فَمَا لَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ Famaa lahum laa yu’minoon Sahih InternationalSo what is [the matter] with them [that] they do not believe, وَإِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقُرۡءَانُ لَا يَسۡجُدُونَۤ۩ Wa izaa quri’a alaihimul Quraanu laa yasjudoon make sajda Sahih InternationalAnd when the Qur’an is recited to them, they do not prostrate [to Allah]? بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ Balil lazeena kafaroo yukazziboon Sahih InternationalBut those who have disbelieved deny, وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُوعُونَ Wallaahu a’lamu bimaa yoo’oon Sahih InternationalAnd Allah is most knowing of what they keep within themselves. فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ Fabashshirhum bi’azaabin aleem Sahih InternationalSo give them tidings of a painful punishment, إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَٰتِ لَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونِۭ Illal lazeena aamanoo wa amilus saalihaati lahum ajrun ghairu mamnoon Sahih InternationalExcept for those who believe and do righteous deeds. For them is a reward uninterrupted. TafsirSurat Al-Insyiqaq Ayat 1 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat Al-Insyiqaq Ayat 1 dengan text arab, latin dan artinya. Ditemukan sekumpulan penjabaran dari para ulama terkait makna surat Al-Insyiqaq ayat 1, sebagiannya sebagaimana terlampir: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia. 1-5.

TheTafsir of Surat Al-Inshiqaq (Chapter - 84) Which was revealed in Makkah: The Prostration of Recitation in Surat Al-Inshiqaq: It is reported from Abu Salamah that while leading them in prayer, Abu Hurayrah recited, (When the heaven is split asunder.) and he prostrated during its recitation. Then when he completed the prayer, he informed them

SuratAl-Qamar [verse 36] - And he had already warned them of Our assault, but they disputed the warning. Qur'an | Audio Tafsir الجلالين English Transliteration. Sahih International Muhsin Khan Pickthall Yusuf Ali Shakir Dr. Ghali Other Languages Albanian Azerbaijani Bosnian

Al Insyiqaq [ayat: 6- 15] يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيه. "Wahai manusia! Sesungguhnya kamu bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya" (Qs. al-Insyiqaq: 6) Kadih berarti Sa'in, yaitu bersungguh-sungguh dalam beramal Ceramahagama Islam tentang tafsir Al-Qur'an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.. Ceramah agama dari Tafsir Juz 'Amma yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Cileungsi, Bogor pada Selasa malam, 9 Dzulhijah 1436 / 22 September 2015 ini akan membahas "Tafsir Surat Al-Insyiqaq (Bagian ke-1)", di mana sebelumnya telah menyelesaikan Tafsir wcNLkhA.
  • q62zxhz020.pages.dev/147
  • q62zxhz020.pages.dev/73
  • q62zxhz020.pages.dev/345
  • q62zxhz020.pages.dev/449
  • q62zxhz020.pages.dev/189
  • q62zxhz020.pages.dev/220
  • q62zxhz020.pages.dev/428
  • q62zxhz020.pages.dev/153
  • tafsir surat al insyiqaq